Kondisi dipesantren alkhoirot putra sangat sulit sekali dikonsionalkan dalam rangka mengefektifkan kegiatan yang bersifat kebijakan maupun dari pengurus pesantren maupun pengasuh, berbeda dengan pesantren alkhoirot putri yang selalu berhasil dalam menerapkan pada sebuah peraturan. Yang saya amati dari beberapa tahun yang terdahulu nampaknya sebuah perencanaan tidak pernah bertahan lama. Terutama pada bulan-bulan yang kemarin pernah diadakan penentuan jam tidur siswa jam wajib tidur pada malam hari pukul 23.00 WIB. Memang pada awal-awalnya peraturan ini berjalan dengan lancar, semua santri sudah tidur semua pada jam ini suasana pesantren udah sepi dan gelap-gulita semua lampu dimatikan.
Hal ini dilakukan agar santri bisa bangun malam dan bisa shalat berjema’ah secara tepat waktu, ternyata apa yang menjadi perencanaan dapat terlaksana dengan baik, santri bisa tahajud dan berjema’ah aktif sepenuhnya.
Semua pengurus juga semangat untuk mengadakan bimbingan pengawasan secara penuh, karena jantung dari kegiatan pesantren berada dikeaktifan pengurus, ketika aktivitas pengurus tidak aktif dapat dimungkinkan semangat santri juga kendor. karena Santri itu rata-rata masih dalam usia masa puber dan remaja mereka tidak akan berjalan dengan sendirinya tanpa bimbingan dan perhatian dari pengurus pesantren, ketika mereka tidak mendapat perhatian niscaya ia akan berbuat semaunya.
Hal ini dapat dibuktikan ketika para pengurus tidak memperhatikan jam wajib tidur santri pastinya santri tidur tidak tepat waktu, sampai-sampai dari mereka tidur di pertengahan malam otomatis santri banyak bangunnya terlambat, shalat subuh banyak yg ang tidak berjema’ah dan acara pengajian pagi banyak yang tidur, dengan pengertian peraturan kembali semula.
Akan tetapi di pondok putri peraturan yang serupa dapat diterapkan dengan maksimal sekali, mungkin perencanaan tersebut terlaksana karena para pengurusnya sangat aktif sekali, disamping itu santri putri sangat patuh sekali terhadap peraturan yang ditentukan, beda dengan santri putra yang selalu cari kesempatan untuk melanggar aturan.
Jadi dari paparan saya diatas ditarik kesimpulan bahwa penyebab ketidak aktifan santri disebabkan dari perhatian dan pengawasan para pengurus pesantren berkurang dan tidak ada motivasi, saya yakin manakala pengurus kompak dan istiqomah mengadakan perhatian dan pengawasan pada jam wajib tidur , santri akan tidur tepat waktunnya.
Motivasi pengurus yang semakin berkurang perlu diadakan penyegaran agar motivasi kembali seperti semula, maka dari itu perlunya diadakan rapat rutinan paling tidak sebulan sekali guna mengevaluasi keterlaksanaannya sebuah perencanaan , kayaknya yang saya amati meskipun diadakan rapat rutinan masalah jam wajib tidur siswa tidak pernah disinggung sama sekali sehingga para pengurus merasa aman dari tanggung jawabnya.


Leave a Reply
hai