Koran The Daily Telegraph menerangkan bahwa Pangeran Idris al-Sanusi, atau mengklaim sebagai pewaris tahta, kerajaan al-Libi, akan kembali ke negara asalnya dari Libya untuk pertama kalinya sejak kudeta yang menggulingkan monarki di negara itu pada tahun 1969.
Dia menjelaskan bahwa Pangeran Sanusi meninggalkan apa yang dia digambarkan sebagai hidup "spaniel" di pengasingandi Italia, kembali ke Libya dengan menggunakan paspor kembali ke era monarki selama pemerintahan sepupunya almarhum RajaIdris, menambahkan bahwa ia mendarat di tanah tanah airnya yang hilang, termasuk aspek-aspek ilmu pengetahuan hijau digunakan oleh Kolonel Muammar akhir Libya Gaddafi.
Dan The Daily Telegraph menunjukkan bahwa revolusi rakyat melawan Gaddafi, Libya bendera diambil dari logo Royal Old,dan negara kembali ke lagu kebangsaan lama setelah jatuhnyaapa yang digambarkan oleh sang tiran.
Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar, Pangeran Idris mengatakan bahwa ia akan kembali ke tanah airnya setelah menghabiskan separuh hidupnya di pengasingan di Roma adalah sukacita yang terbesar, terlepas dari kelahiran anak-anaknya di luar negeri.
Dia menjelaskan bahwa Pangeran Sanusi meninggalkan apa yang dia digambarkan sebagai hidup "spaniel" di pengasingandi Italia, kembali ke Libya dengan menggunakan paspor kembali ke era monarki selama pemerintahan sepupunya almarhum RajaIdris, menambahkan bahwa ia mendarat di tanah tanah airnya yang hilang, termasuk aspek-aspek ilmu pengetahuan hijau digunakan oleh Kolonel Muammar akhir Libya Gaddafi.
Dan The Daily Telegraph menunjukkan bahwa revolusi rakyat melawan Gaddafi, Libya bendera diambil dari logo Royal Old,dan negara kembali ke lagu kebangsaan lama setelah jatuhnyaapa yang digambarkan oleh sang tiran.
Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar, Pangeran Idris mengatakan bahwa ia akan kembali ke tanah airnya setelah menghabiskan separuh hidupnya di pengasingan di Roma adalah sukacita yang terbesar, terlepas dari kelahiran anak-anaknya di luar negeri.


Teks arabnya harus dimuat juga
BalasHapus