MENGEMBALIKAN FITRAH ISLAM

OLEH : SYAMSUL ARIFIN

Saat ini ummat islam dalam kondisi yang (sangat) memprihatinkan. Islam, yang pada dasarnya adalah rahmatan lil`alamin, kini telah tercoreng dan tidak lagi dianggap sebagai agama pembawa rahmat bagi seluruh alam, Bahkan saat ini, Islam, oleh kalangan non-Muslim (orang Barat) dianggap atau diidentikkan dengan agama teroris, apapun dasar atau alasan mereka hingga beranggapan demikian radikalnya, tidak menutup kemungkinan, anggapan tersebut muncul bukan murni karena kesinisan orang-orang non-Muslim itu sendiri terhadap agama maupun ummat islam. Namun sama sekali tidak menutup kemungkinan anggapan tersebut juga merupakan ulah dan sikap sebagian ummat Islam yang kurang sesuai dengan Islam, kurang memahami arti serta tujuan diturunkannya agama Islam ke dunia ini, yakni agama yang penuh dengan rahmat dan pesan moral yang tinggi, sebagaimana sabda Nabi saw ” aku diutus untuk menyempurnkan sebaik-baiknya akhlak” Sehingga sebagian ummat islam tersebut cenderung mengamalkan ajaran Islam yang kurang sesuai dengan yang telah dicontohkan oleh pembawa risalah Islam itu sendiri, Nabi Muhammad saw, dan para pendahulu-pendahulu Sahabat Nya. Mereka cenderung mengamalkan Islam dengan cara yang begitu kaku dan kurang toleran. Sikap fanatisme kelompok maupun golongan telah menjadi tujuan yang harus diutamakan oleh sebagian ummat islam. Mereka tidak mau menerima kebenaran, apabila kebenaran tersebut tidak muncul atau tidak mendukung pengokohan kelompoknya, tanpa mencoba memikirkan kemaslahatan umum yang bisa membangun dan meninggikan citra Islam dalam pandangan masyarakat umum, sehingga tercipta sebuah persatuan dan kesatuan ummat Islam.

Sesama muslim saling menyalahkan dan saling mengklaim bahwa hanya kelompok merekalah yang paling benar, kelompok lain, selain kelompok mereka, dianggap salah dan sesat dan mau tidak mau harus dibasmi dan dibumi hanguskan dari planet bumi ini. Namun disisi lain, masing-masing kelompok mengharuskan dan secara tidak langsung sedikit memaksakan faham satu kelompok agar diikuti oleh kelompok lain, sehingga pada akhirnya mengakibatkan permusuhan dan timbulnya ketidak harmonisan antara masing-masing kelompok dalam Islam.

Islam menurut sebagian kalangan hanya dianggap sebagai ritual keagamaan saja yang tidak boleh bersentuhan sama sekali dengan masalah-masalah keduniaan, seperti bekerja keras guna mendcari rizki yang banyak dan halal. bahkan tak jarang sebagian golongan menganggap bekerja untuk mencari harta merupakan orang yang telah diperbudak oleh harta dan pekerjaan tersebut, menurut mereka, telah membuang-buang waktu untuk keduniaan. Padahal dalam islam sendiri kita tidak dilarang untuk mencari harta yang halal, sebab dalam islam seseorang juga diharuskan bekerja keras

Sebaliknya dengan non-Muslim (Barat), saat ini mereka menggalang persatuan yang dimotori oleh negara Adidaya (Amarika Serikat)

This entry was posted by rokhim. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

hai