THALES
Thales disamping filosof ia juga terkenal sebagai seorang ahli politik yang terkenal dimiletos. Dalam pada masanya Thales masih berkesempatan untuk mempelajari matematik dan ilmu astronomi. Ada juga yang mengatakan bahwa Thales menggunakan kepintarannya sebagai ilmu nujum sehingga ia menjadi kaya raya. Dan ada pula yang mengatakan bahwa Thales sangat menyisihkan diri dari lingkungan dan pergaulan. Ia senantiasa berpikir, dan pikirannya terikat dengan alam semesta.
Menurut ajaran Aristoteles, kesimpulan ajaran Thales adalah bahwa semua itu air. cair itu pangkal, pokok, dan dasar segala-galanya. Semua barang terdiri dari air dan akhirnya kembali pada air pula. Dengan berpikir Thales membuat sebuah keputusan yang sanantiasa memikat perhatian: apa asal alam ini ? apa yang menjadi sebab penghabisan dari segala yang ada?
Untuk mencari sebab penghabisan itu ia tidak menggunakan takhayul atau kepercayaan yang umum pada waktu itu, melainkan dipergunakan akal sehatnya. Dengan berdasarkan pengalaman sehari-hari dijadikanlah sebuah pemikiran untuk menyelesaikan sebuah keputusannya tersebut. Sebagai seorang pesisir Thales dapat menyaksikan betapa air laut bisa menjadi sumber penghidupan. Dan dimesir ia melihat dengan mata kepalanya, betapa bergantungnya Nasib rakya terhadap air sungai Nil, air sugai Nil itulah yang mensuburkan tanah dinegeri mesir, sehingga dapat didiami oleh penduduk, jika andai saja tidak ada air sungai Nil niscaya negeri Mesir akan berubah menjadi padang pasir. Sebagai seorang saudagar nelayan Thales melihat kemegahan air laut yang sangat menakjupkan. Sewaktu- waktu air laut mengggulung dan menghanyutkan
Bagi Thales air merupakan awal dari segala yang ada dan segala yang jadi, tetapi juga akhir dari segala yang ada dan segala yang jadi. Diawal air dan diujung air. Air adalah sebab penghabisan! Asalya dari air pulangnya juga keair pula.
Thales termasuk filosof yang Animisme. Animisme adalah suatu kepercayaan, yang menganggap bahwa bukan barang yang hidup saja yang mempunyai jiwa, akan tetapi meskipun barang yang mati juga mempunyai jiwa. Kepercayaannya tersebut dikuatkan oleh pengalaman pula.
ALEXIMANDROS
Aleximandros adalah salah satu seorang murid Thales, lebih muda lima belas tahun dari thales,tapi ia meninggal dua tahun lebih dulu dari thales. Aleximandros adalah seorang ahli astronomi dan ahli bumi.
Ia kedudukannya sebagai filosof yang lebih besar dari pada gurunya, namun ia prinsip dasar bahwa alam itu satu, akan tetapi prinsip dasar itu bukanlah air, sebagai mana yang telah di katakana guruya. Menurut pandangan beliau bahwa alam ini diciptakan oleh zat yang diluar alam, yang oleh dia disebut operiun
Aperiun adalah zat yang tak terhingga dan terbatas dan tidak dapat dirupakan, tak ada persamaannya dengan apapun. Segala yang kelihatan itu, yang dapat ditentukan oleh panca indera kita, adalah barang yang mempuyai akhir, yang berhingga. Barang tersebut adalah asal, yang tiada berhingga, dan tiada berkeputusan, dan tidak mungkin barang tersebut akan berakhir. Segala yang tampak akan dibatasi oleh lawannya dan yang panas dibatasi dengan yang dingin. Yang gelap dibatasi dengan yang terang. Dan yang cair dibasi dengan yang beku.
Segala yang tampak, terasa, rupanya yang dapat ditentukan oleh panca indra adalah merupakan barang yang ada akhirnya. Ia mengalami hidup, mati dan lenyap. Dan barang yang berakhir dapat di pastikan akan terpisah satu dengan yang lainnya. Seperti yang cair menjadi beku dan sebaliknya.
Demikianlah kesimpulan hukum dunia menurut pandangan Anaximadros! Disitu tampaklah kelebihannya dari pada guruya. Selagi Thales berpendapat bahwa barang yang asal itu adalah barang yang lahir, tampak dan yang ada pengakhirannya juga, Anaximandros meletakkan barang yang asal tersebut berada pada diluar alam, dan barang tersebut ditermasukkan sifat yang tiada terhingga, terbatas dan tiada dapat diserupai.
Meskipun asal kejadian alam belum begitu jelas, namun ia adalah seorang yang cerdas dan cakap pemikirannya, dan dia tidak mengenal sama sekali tentang ajaran agama islam bahwa dunia yang tidak ada lantas diciptakan menjadi ada dan nantinya akan kembali mejadi tidak ada dengan cara kun fayekun. Tidak pula ia mengenal ajaran orang hindia yang mana mereka mempunyai pemahaman tuhan itu banyak ada tuhan yang mencipta dan tuhan merusak dan tuhan pemelihara. Baginya dunia adalah gerak, evolusi dan perkembangan abadi. Dalam teorinya dan perinciannya menjemukan, tapi dari pada evolusi dan perkembangan abadi. Segala mahluk berasal dari hasil penguapan air laut akibat sinar matahari. Manusia, sebagaimana binatang, berasal dari ikan. Aleximandros sangat terpesona oleh pemandangan ikan anjing laut, sehingga ia menganggap bahwa manusia berasal dari ikan anjing laut tersebut karena ikan anjing laut tersebut dianggap makhluk antara ikan dan binatang
Aleximandros mempunyai pemahaman bahwa prinsip dasar alam ( yang menciptakan alam ) terdiri operium yaitu suatu zat / sesuatu yang tak terhingga, tak terbatas, tak dapat diserupakan dengan apapun, maka barang kali yang dimaksud operion adalah tuhan.
ANAXIMENES
Anaximenes adalah seorang murid Aleximaandros, ia adalah seorang filosof yang terakhir dikota miletos. Sesudah ia meninggal dunia kemajuan kemajuan filosof banyak berakhir dikota tersebut. Dengan kepergian filosof satu ini, maka kemajuan kota miletos sebagai tempat pengajaran filosofis telah lenyap.
Pandangan filosof yang satu ini sama dengan gurunya yakni bahwa barang yang asal itu satu dan tidak berhingga. Akan tetapi ia tidak dapat menerima ajaran gurunya bahwa barang yang asal itu terbatas, dan tidak dapat diserupakan. Mestinya barang yang asal itu satu dari yang ada dan tampak. Barang yang asal itu udara.
Dalam pandangan asal Anaximenes turun ketingkat Thales yakni yang asal itu satu dari yang ada dan yang kelihatan. Thales mengatakan air sedangkan menurut Anaximenes udara karena semua makhluk hidup memalut udara dan udara itu memalut alam, jika tidak ada udara niscaya tidak ada kehidupan. Dan dia juga menyimpulkan bahwa alam berasal dari materi. Mungkin ia terpengaruh oleh ajaran Aneximandros bahwa jiwa itu serupa dengan udara.
Dalam mencari penghidupan manusia Anaximenes belum memperhatikan betul soal penghidupan masyarakat, hanya memperhatikan perhubungan alam besar saja yang berupa jiwa itu menyusun tubuh manusia menjadi satu agar supaya tidak cerai-berai dan gugur. Apabila jiwa itu keluar, maka matilah badan tadi dan mulai gugur dan cerai-berai. Juga alam besar ini ada karena udara.
Menurut Anaximenes udara itu benda, materi dan dia juga membedakan yang mati dan yang hidup. Badan mati, jika menghembus jiwa itu keluar, yang mati tidak bernyawa. Dalam hal ini pandangannya berbeda dengan Thales, yang menyangka bahwa benda mati itu berjiwa. Dari sinilah Anaximenes terlepas dari pandangan Animisme.
Anaximenes mengemukakan penemuan yang baru yang belum pernah diungkapkan oleh Thales dan Aneximandros. Ketiga-tiganya berpendapat bahwa yang asal itu pokok dari segala-galanya, tapi Anaximenes maju selangkah lagi dengan bertanya: “ gerakan apa yang menjadikan alam yang lahir ini banyak ragam dan macamnya dari barang asal itu?’’
Sebagai ahli ilmu alam Anaximenes belajar dari ilmu pengalaman, bahwa semuanya terjadi karena udara, bila udara diam sudah pasti alam yang lahir itu tidak akan mengalami berbagai ragam dan macam. Sebab gerak udaralah yang menjadi sebab terjadinya. Udara bisa jarang dan padat. Manakala udara jarang, menjadilah api. Jika udara berkumpul padat, jadilah angin dan awan. Bertambah padat sedikit lagi, turunlah hujan dari awan itu. Dari air hujan tadi jadilah tanah, dan tanah yang sangat padat menjadi batu.
PYTAGORAS
Dinegeri yunani yang bertepatan di kepulauan samos, terdapat ahli pikir yang terkenal yaitu pytagoras. Dari pemikirannya tersebut seolah-olah kita harus meninggalkan dunia kebendaan kedunia khayal dan cipta.
Pada tahun 530 S.M. ia menetap dikota kraton. Dikota tersebut ia telah mendirikan perkumpulam agama, yang disebut kaum pytagoras, dan perkumpulan tersebut menjadi sebuah tarikat. Mereka itu diam dengan menyisihkan dari kalangan masyarakat, dan selalu hidup dengan amal ibadat. Menurut sebagian keterangan pytagoras terpengaruh oleh aliran mistik yang pada waktu itu berkembang di yunani.
Ujung tarikat pytagoras adalah pendidikan kebatinan dengan mensucikan ruh. Pytagoras mempunyai kepercayaan akan perpindahan jiwa yang sekarang kepada makhluk yang akan datang. Apabila ada seseorang meninggal maka ruhnya akan kembali kedunia dan masuk dalam salah satu hewan.
Menurut pytagoras manusia pada awalnya berasal dari tuhan. Jiwa manusia menurut pytagoras jelmaan tuhan yang jatuh kedunia. Yang mana jiwa tersebut akan kembali kelangit ke dalam lingkungan tuhan semula, apabila sudah habis dicuci dosanya.
Selama jiwa tersebut masih belum suci maka jiwa itu akan pindah kepada hewan, jika sedemikian pula masih belum suci dari dosa, maka akan pindah kehewan yang lain dan seterusnya sampai jiwa tersebut menjadai suci.
Hidup murni adalah untuk menghapus dosa, akan tetapi prosesnya tidak tercapai dengan sekaligus, melainkan berangsur-angsur. Untuk mencapai kehidupan yang murni seseorang haruslah melakukan dua hal:
1. pantang makan daging dan kacang-kacangan
2. dianjurkan makan buah-buahan dan sayur-sayuran
Hidup didunia menurut pytagoras adalah merupakan bekal untuk hidup di alam akhirat. Dan pytagoras sebelum tidur mensucikan batinnya melalui merenungkan diri, jika berbuat dosa maka ia harus rindu dan jika berbuat baik maka harus bahagia. Berlagu dengan musik menurut kaum pytagoras merupakan salah satu jalan untuk membersihkan ruh . Dikalangan kaum pytagoras bermusik sangat di muliakan. Proses mensucikan jiwa tidak bisa meninggalkan dan mengesampingkan ilmu amal
pada peraturan hidup tarikat pytagoras sangatlah keras. Tiap-tiap orang yang akan diterima menjadi anggotnya, maka terlebih dahulu ia harus diam dan tidak berkata selama lima tahun, jika ujian tersebut sudah terlaksana dengan sempurna, barulah ia diterima menjadi anggotanya. Tiap-tiap hari ditentukan benar dengan amal pikirannya dan gerak badan.
Dan salah satu penemuan pytagoras yang paling menonjol adalah matematika, karena semua barang adalah angka dan angka ada dua ganjil dan genap, angka ganjil menentukan sedangkan angka genap tidak terhingga. Dan angka yang menjadi dasar adalah angka satu karna angka tersebut itu dianggap genap dan ganjil dan angaka tiga dianggp ajaib karna ada awal, tengah, akhir dan angka empat dianggap angka yang mulia karna 1+2+3+4= 10 dan angka 10 dianggap anka sepenuhnya karena untuk mengulang-ulang angka dimulai dari angka 10
HERACLITOS
Heraclitos hampir hidup sezaman dengan xenopanes. Unsur penemuan heraclitos adalah tentang unsur semesta alam ini seperti halnya api. Menurut heraclitos bahwa api lebih baik dari pada air dan udara. Tapi disisi lain ia mengatakan bahwa api selalu bergerak dan berganti rupa, karena api bisa membakar, kalau benda di bakar oleh api maka benda tersebut akan menjadi api kemudian berpindah bentuk menjadi abu.
tapi api yang disini yang di jadikan unsur alam semesta adalah hanyalah dipakai untuk qiasan, bahwa bahasannya alam semesta ini selalu bergerak dan berubah, dikarenakan alam ini bergerak dan berubah, Heraclitos menyatakan bahwa dialam ini tidak yang tidak ada semuanya berbentuk kejadian.
Menurut Heraclitos alam ini selalu mengalir, argumen yang disampaikan, ketika seseorang mandi disebuah sungai sebanyak 2 kali tapi air yang pertama dan yangkedua tidak sama, dan hal inilah yang mengisyaratkan bahwa sesuatu yang baru menempati yang lama.
Kehidupan didunia ini membutuhkan perjuangan, kalau cuman diam saja tidak akan mengalami perubahan ibaratkan roda yang selalu berputar , perjuangan merupakan segala-galanya ibaratkan seorang raja yang mempunyai kekuasaan.
Pada sisi lain ia juga mempunyai berpendapat alam ini berasal dari uap yang naik dari bumi keatas, maka kemungkinan ada dua uap, ada uap jernih dan uap keruh. Uap yang jernih menimbulkan api yang kemudian terbentuklah bintang, sedangkan yang keruh menimbulkan basah dan dari padanya muncullah jiwa. Ketika jiwa itu sudah suci maka akan naik terhadap uap yang jernih , dan selama jiwa itu belum suci maka akan tetap dibumi.


Leave a Reply
hai