Pesanten selaku pendidikan islam
harus mencetak santri yang berwawasan luas, baik secara ilmu agama, pengetahuan
dan lain-lain, Karena santri adalah calon pemimpin masyarakat yang serba
beraneka ragam. Untuk itu pesantren harus mendesain pendidikan yang bermuara
kepada kebutuhan masa, terkadang ada sebagian pesantren yang sangat tertutup
terhadap idealis kemoderenan sehingga para santrinya pun kurang begitu
berkiprah bahkan diantara mereka tidak terpakai oleh kalangannya sendiri.
Berkenaan dengan pengembangan
pendidikan pesantren, bahwasannya santri pada saat ini sangat dituntut bahasa
komunikasi baik secara lisan maupun melalui karya ilmiah terutama dalam bentuk bahasa
inggris dan bhs arab. Dalam hal ini pesantren pada masa kini sangat dituntuk
untuk memberikan pendidikan bahasa komunikasi, karena bahasa komunikasi Bhs
arab dan inggris akan memberikan nilai plus pada keintektualan santri itu
sendiri.
Untuk itu pesantren alkhoirot pada
era sekarang sangat memang sudah
waktunya untuk menyelenggarakan program bahasa inggris, akan tetapi sebelum
melangkah hal tersebut perlu ada beberapa pertimbangan, diantaranya:
1. Tutor. Dalam masalah tutor disamping
dibutuhkan orang ahli dalam bahasa, kekonsentrasian para tutor untuk tetap
mengajar secara berkesinambungan sangat menjadi komitmen yang utama. Saya
khawatir keberadaan tutor hanya semangat pada awalnya saja, untuk lebih
lanjutnya diabaikan dan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya sehingga
menambah beban para santri.
2. Di pesantren
alkhoirot kegiatan sehari-hari sangat padat sekali baik ubudiyah maupun pendidikan
yang lain, mungkinkah program bahasa inggris ini dapat dijalani oleh santri dan
mungkinkah berjalan dengan efektif karena kegiatan bahasa arab yang berjalan
selama saja kurang begitu efektif dan dijalani oleh santri hanya untuk
menggugurkan kewajiban.
Jika memang di pesantren alkhoirot
lepas dari kedua problem di atas saya kira gak ada yang harus diperbincangkan
lagi, dan secepatnya segera diselenggarakan progam bahasa inggris tersebut.


Leave a Reply
hai