Prinsip Masa Depan

1. Visioner Principle (Prinsip Masa Depan)
”Bahwa tiada yang orang dapatkan, kecuali yang ia usahakan,  Dan bahwa usahanya akan kelihatan nantinya, kemudian ia pun mendapat ganjaran, balasan yang sempurna, Dan bahwa kepada Tuhanmu artinya kau kembali”.

a. Siapkan pondasinya
            Prinsipnya yaitu pembangunan visi, tahap pembentukannya akan sangat tergantung pada kualitas kecerdasan hati yang terbentuk pada tahap sebelumnya. Visi yang akan dibangun sulit untuk berjalan dengan baik. Pada tahap ini kita dibangun suatu visi pada landasan yang goyah, atau bahkan visi yang keliru.


b. Orientasi jangka pendek
            Lakukanlah pembaruan yang sangat menentukan bagi hidup kita, yang akan membuat “perbedaan”. Tentukan apa peran yang kita miliki, baik di keluarga, di kantor, di perusahaan atau di instalasi. Cobalah pikirkan hal-hal apa yang bisa dilakukan agar segalanya bisa lebih baik, yang belum sempat dilakukan. Perencanaan, kadangkala dilakukan dengan terlalu optimis, kurang perhitungan, atau sebaliknya terlalu berhati-hati sehingga tergiras oleh pesaing yang lebih agresif. Akibatnya merugi atau sebaliknya, semua itu harus dilakukan dengan bijaksana dan harus mendengar suara hati.

c. orientasi tujuan dan optimalisasi upaya
            Visi tidak hanya berlaku untuk hal-hal yang berkaitan dengan harapan atau cita-cita jangka panjang saja, tetapi juga untuk hal-hal yang berkenaan dengan tindakan sehari-hari. Begitu banyak orang yang hanya berorientasi menyelesaikan pekerjaan semata-mata, bukan pada tujuan akhir. Hasilya akan tidak efektif. Ia kelihatan mengerjakan pekerjaan, namun waktu dan biaya habis terbuang, dan hasil yang diharapkan tidak tercapai. Mudah sekali orang mengatakan “Saya sudah berusaha namun saya tidak berhasil”, tanpa mau bersikap kreatif untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut hingga mencapai tujuan seperti yang diharapkan.

d. Orientasi jangka menengah
            Begitu banyak orang yang merasa sudah mencapai harapan dan cita-citanya, atau boleh dikatakan sukses secara materi atau karier, baik kalangan pengusaha, kalangan professional, pejabbat, actor, politikus, atau profesi apa saja, tetapi mereka merasakan ada sesuatu yang “hampa”, dan ada sesuatu yang hilang. Banyak diantara mereka melarikan diri ke kelompok-kelompok tertentu untuk mencari “sesuatu yang hilang” tersebut. Umumnya mereka baru menyadari bahwa mereka telah menaiki tangga yang salah setelah mereka mencapai puncak. Ternyata pada akhirnya, uang, harta, kedudukan dan kehormatan, bukanlah sesuatu yang sebenarnya dan seharusnya mereka cari selama ini. Mereka masih harus mencari dan menemukan, bahwa masih ada tangga lain yang jauh lebih penting, yang sungguh-sungguh bisa menjawab harapan mereka.

e. Orientasi jangka panjang, kendali social dan ketenangan batiniah
            Kesadaran akan “Hari Kemudian” adalah pusat dari segala integritas sekaligus pemenuhan akan dahaga batiniah. Suatu kesadaran bahwa segala tindakan dan hasilnya kelak dirancang untuk tidak berhenti hingga di dunia saja, tetapi juga hingga “Hari Keadilan” tiba. Teruslah berjuang dengan sebaik-baiknya karena siklus tidak hanya berhenti di sini. Masih ada siklus lanjutan
            Kesadaran akan “Hari Kemudian” adalah suatu pusat rasa aman yang sesungguhnya, di mana setiap orang selalu menghadapi tekanan dari kondisi lingkungan yang terus berubah dengan cepat tanp-a bisa dikendalikan. Ia akan merasa aman dengan adanya janji Tuhan itu.

f. Siklus kehidupan dan jaminan masa depan
            Siklus kehidupan diciptakan tiga kali. Siklus pertama adalah alam Dzuriah atau alam sebelum dunia. Siklus kedua adalah alam nyata, dan siklus ketiga adalah alam akhir atau kembali ke alam pertama. Inilah lingkaran siklus yang sesungguhnya atau life cycle.

g. Tiada keraguan
            Pergunakanlah suatu metode histories untuk membuat suatu prediksi akan masa depan. Seperti layaknya sebuah proyeksi, data masa lalu dikumpulkan dan dianalisa kebenarannya, berdasarkan data masa lalu dan kondisi sini. Kemudian, bandingkan kenenarannya dengan Al Qur’an, niscaya kita akan terkesima dengan kebebaran sejarah dan kondisi saat ini. Semua terbukti benar adanya.

Hasil vision principle ( prinsip masa depan) selalu berorientasi pada tujuan dalam setiap langkah yang dibuat. Melakukan setiap langkah secara optimal dan sungguh-sungguh. Memiliki kendali diri dan social, karena telah memiliki kesadaran akan adanya “Hari Kemudian”. Memiliki kepastian akan masa depan dan memiliki ketenagan batiniah yang tinggi, yang tercipta oleh keyakinan akan adanya “Hari Pembalasan”

2. Well Organized Principle (Prinsip Keteraturan)
“Tiadakah kamu lihat, bahwa Allah menundukkan bagimu segala yang ada di langit, dan segala yang ada di bumi, dan melimpahkan atasmu nikmat-Nya, yang nampak maupun yang tiada nampak, Namun di antara manusia, ada orang yang bertengkar tentang Allah tanpa pengetahuan, tanpa bimbingan, dan tanpa kitab yang memberi penerangan”
  1. Mulailah dengan tujuan
“Manajemen adalah mengerjakan segalanya secara benar ( do the things right ) kepemimpinan adalah mengerjakan hal-hal yang benar ( do the things right ). Manajemen adalah melakukan efisiensi untuk menaiki tangga keberhasilan, sedangkan kepemimpinan adalah menentukan apakah tangganya bersandar pada dinding yang benar.” Sang pemimpin bagaikan orang yang memanjat pohon tertinggi, mempelajari seluruh situasi, kemudian berseru: “Hutan yang salah!” Inilah bukti kebenaran urutan Rukun Iman kelima dan Rukun Iman keenam, yang urutannya adalah “prinsip masa depan terletak lebih dulu, baru di susul prinsip keteraturan di belakangnya.”
Perhatikan pula salah satu anjuran Rasulullah: “ Mulailah dari sebelah kanan.” Salah satu kebiasaan Rasulullah ini, ternyata terbukti dengan di ketahuinya fungsi otak sebelah kanan yang berisikan gambaran visi manusia.
Visi itu harus jelas dan transparan. Karena itu, setiap manusia diwajibkan membuat rumusan akan dirinya, menganalisa serta memperhitungkan apakah dirinya selalu berada on the right track sebagai rahmatan lil ‘alamiin ( anugerah bagi alam semesta ). Mulailah dengan visi. Ini adalah sebuah langkah awal dari prinsip keteraturan (Well Organized Principle).
  1. Semua melalui proses
pada setiap proses yang akan dan telah kita lalui, terdapat takdir atau hukum ketetapan Tuhan, yang bersifat pasti. namun, anda berhak menentukan takdir yang akan anda tempuh. contohnya, apabila anda kurang memaksakan diri untuk banyak membaca, maka akan berlaku hukum kepastian bahwa nada akan kurang pengatahuan. Disini, yang tidak pasti adalah keinginan dan pilihan untuk membaca atau tidak membaca dari dalam diri anda. Pilihan inilah yang sebenarnya menyebabkan kegagalan atau keberhasilan, berupa konsekuensi dari suatu pilihan. Anda tak bisa menyalahkan Tuhan karena pilihan anda sendiri. jika anda sudah berusaha dengan maksimal, namun tetap gagal, artinya anda belum berusaha secara sempurna.

  1. Bebaskan belenggu itu
Tipe orang yang tidak mau mengevaluasi pikiran dan tindakannya karena merasa  yang paling baik, maka hal ini dinamakan belenggu pikiran. adanya keadaran diri bahwa Allah yang paling sempurna, akan membuat manusia merasa seperti gelas kosong yang siap untuk diisi ilmu baru, sehingga langkah-langah penyempurnaan diri selalu dilakukan. Seperti salah satu nasehat Nabi Muhammad Saw. yang berbunyi :
“Apabila hari ini sama dengan hari kemarin, itu adalah keadaan yang merugi “
            Maka, orang yang merasa telah suci dan sempurna, justru akan lebih mudah terjerumus kedalam lembah kegagalan.

  1. Kepastian hukum alam
Takdir atau hukum Allah tidaklah sesederhana yang diperkirakan, karena bukan hanya menyangkut hal-hal seperti ketetapan fisika, rotasi atau evolusi bumi saja, tetapi juga ketetapan-ketetapan sosial yang bersifat abstrak.
“Air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah”, begitu juga belas kasih yang tulus selalu mengalir kepada orang yang rendah hati. Contohnya, ketika anda berada di tengah orang yang duduk di lantai dengan kepala menunduk, tapi anda dalam keadaan berdiri tegak dalam waktu yang lama. Apa yang anda rasakan ? Pasti anada akan lebih nyaman berada pada posisi sama seperti mereka. Jadi, sunnatullah (ketetapan Allah) yang membuat anda merasa nyaman atau tidak nyaman.

  1. System sinergi Allah
Umat manusia terus berlomba mencapai tujuan hidupnya, didorong suara hati. Dorongan itu dibuat Allah agar mampu bekerja siang dan malam, semua berada dalam program Allah. begitu pula dengan dorongan biologis, yang mendorong manusia terus melakukan regenerasi, sehingga generasi berikutnya terus bisa melanjutkan pekerjaan generasi sebelumnya.
Generasi baru inipun juga memiliki dorongan yang sama yaitu ingin dihargai, dihormati dan ingin berkreasi. Untuk mengendalikan manusia,Allah memiliki sistem penangkal berupa ketetapan-ketetapan hukum sosial dan fisika yang dibuat secara seimbang dan pasti.
Allah pun telah menetapkan misi Nya untuk dijalankan manusia, yaitu menjadi karunia bagi alam semesta, dan ditugaskanlah manusia sebagai manajerNya, alam semesta sebagai sumberdayaNya, takdir sebagai peraturanNya, kemulyaan sebagai motivasiNya, Al Qur’an sebagai langkah-langkah kerja nya dengan berpedoman pada rukun iman, rukun islam dan ihsan.

  1. Teladani system manajemen alam semesta
Pelajari bagaimana Allah memotivasi setiap manusia dengan menciptakan dorongan-dorongan yang ditumbuhkan di hati tiap individu, agar mereka selau mencari kemulyaan dan kemajuan. Akhirnya, mereka mau bekerja secara maksimal.Maka, disamping adanya sistem punishment yang tegas, sistem rewarding perlu juga, jika ingin belajar dari manajemen Allah.
Bekerjalah dengan hati, bukan dengan kepala, maka dalam sustu perusahaan para karyawan tidak akan menghitung berapa langkah kaki yang telah mereka buat.

  1. Memelihara system
Apabila diperlukan sorang pemimpin harus bersikap tegas untuk memastikan bahwa sistem itu bisa terus berjalan sesuai dengan kesepakatan awal. Pemimpin juga harus menjelaskan dengan terbuka terhadap sebuah pelanggaran, sehingga akan timbul pemahaman bahwa sanksi adalah akibat dari pelanggaran berdasar pada kesepakatan awal
Ketegasan juga harus didukung oleh kematangan emosi, yang bisa didapat dengan mempelajari sifat-sifat Allah SWT. sebagai landasan. Pemimpin tidak hanya harus tegas tapi juga harus bersikap rahman-rahim, adil dan bijaksana, m`mpu melihat segala sesuatu secara menyeluruh, tidak dari satu sisi saja.

  1. Jangan melanggar suara hati
Dorongan berlebihan untuk mencapai sesuatu yang diinginkan seperti tahta, harta, dan kehormatan, dengan mengabaikan keseimbangan hukum ketetapan Tuhan, tanpa mempedulikan keadilan hanya akan menghasilkan kehancuran. Hal ini akan menyebabkan seluruh sistem terganggu.

            Hasil well organized principle-prinsip keteraturan: memiliki kesadaran, ketenangan dan keyakinan dalam berusaha, karena pengetahuan akan kepastian hukum alam dan hukum sosial. Sangat memahami akan arti penting sebuah proses yang harus dilalui. Selalu berorientasi pada pembentukan system (senergi), dan selalu berupaya menjaga system yang telah dibentuk.
Aplikasi mental building:
1. Buatlah semuanya serba teratur dalam suatu system
2. Tentukan rencana atau tujuan anda secara jelas
3. Bagaimana organisasinya, dan factor-faktor pendukung lainnya. Jadikan dalam satu   kesatuan yang harus dibangun dan dipelihara.
4. Bagaimana system pengawasan dan kontrolnya agar sesuai dengan rencana?
5. Laksanakanlah dengan sangat disiplin, karena kesadaran diri, bukan karena orang lain.

One thought on “Prinsip Masa Depan

  1. MAsa depan...sebuah kata yg dicari banyak orang akan hakekatnya.. Sebagai orientasi hidup manusia.. Apakah masa depan itu dianggap dunia saja,,atokah akherat...

    BalasHapus

hai