cerita












obaan dan cobaan adalah suatu keindahan warna warni dan lika-liku kehidupan, tidak bisa di pungkiri semua santri akan mengalami berbagai macam cobaan, mulai dari cercaan, hinaan, kesulitan makanan dan skaligus perasaan, sehingga terkadang tak kuasa menangis mengeluarkan air mata, meskipun satu tetes. Pasti semua santri tidak akan menginginkan hal seperti itu. akan tetapi cobaan tetap dan pasti datang dan muncul di setiap saat, oleh karena itu cobaan tetap dan pasti datang dan tidak bisa di hindari, maka yang di butuhkan adalah bukan cobaan yang harus di hilangkan namun yang harus di cari adalah sikap yang lurus ( perbanyak solat dan berdo’a minta petunkuk kepada Allah) dan mental yang kuat untuk menghadapinya.


Terkadang banyak sekali permasalahan, kesulitan demi kesulitan dan cobaan demi cobaan yang telah di hadapi seseorang, terkadang seakan-akan merasa tidak ada jalan keluar untuk di lalui dengan baik. Namun semua itu pasti ada jalan keluar/solusinya jika seseorang itu mau berusaha dan bersabar untuk melewatinya.. “wahai saudaraku” seseorang bisa di katakan sabar apabila ketika ada musibah. maka yang di butuhkan adalah sikap mental yang kuat dan tabah pada waktu itu juga bukan malah menangis tidak menerima takdir sang maha kuasa , boleh menangis sekedarnya saja,. sebagaimana yang telah di jelas dalam hadist, Nabi SAW bersabda:


Artinya: sabar adalah ketika serangan pertama.


Wahai saudaraku seiman dan seperjuangan, bersabarlah sesungguhnya Allah mengetahuai kepada hambanya apa yang mereka inginkan. kalau kita sabar pasti ada hikmahnya di balik itu semua pada suatu hari. coba kita simak cerita di bawah ini.


Ada seorang laki-laki bernama abu wida'ah dia adalah seorang yang sangat rajin mengikuti majelis pengajian kpd seorang imam said ibn musayyab beliau adalah salah saatu tujuh ulama' terkenal di madinah pada era tabi'in. pada suatu ketika sang imam bertanya kepada abu wida'ah, kenapa kamu beberapa hari ini absen."istri saya meninggal. Dalam beberapa hari ini saya di sibukkan oleh urusan jenazah nya. Pikiran saya juga di buat sibuk olehnya".jawab abu wida'ah.ketika dia hendak pergi sang imam berkata " bagaimana kalau kamu kutunjukkan perempuan untuk kamu nikahi?". Tapi siapa yang mau mengawinkan saya yang miskin ini, yang hanya punya uang dua dirham ?". sahut abu widaah. " kalau aku melakukannya kamu mau ?"Tanya sang imam. " ya " jawab abu widaah. Lalu setelah itu sang imam mengawinkan abu widaah dengan mahar dua dirham. Abu wida'ah pulang berbunga-bunga. Sendirian rumah. Dia tidak tahu apa yang dia perbuat, sampai waktu magrib. Tahu-tahu ada yang mengetuk pintu "siapa itu?".tanya abu widaah. "said".abu widaah bangkit untuk membukakan pintu. Eh ternyata sang imam yang datang. " mengapa anda repot-repot kemari? Tuankan bisa menyuruh orang lain untuk memanggil saya?".tidak engkau lebih layak kudatangi." Apa yang harus aku lkukan sang imam? Tanya abu widaah." Aku kasihan melihat kamu sendirian, setelah beristri, kini hidup sendirian. Aku tidak ingin kamu melewatkan malam-malam sendirian . inilah perempuan yang telah aku nikahkan denganmu," kata sang imam. Ternyata di belakang sang imam tersebut ada ada perempuan yang menunduk malu di bali cadar.tubuh perempuan tersebut terhalang oleh badan sang imam yang tinggi tegap sehingga bu widaah tidak melihat kalau sang imam tersebut datang dengan orang lain.sang imam menyerahkan perempuan tersebut di pintu.sebelum berbalik lantas berlalu. Tiba-tiba wanita itu terjatuh, dia pngsan karena, malunya bertemu dengan seseorang laki-laki yang belum kenal sama sekali. Lantas abu widaah lari keloteng rumahnya. Dia menyeru kepada para tetangganya."ada apa?" Tanya para tetangga." Hari ini sang imam menikahkan saya dengan putrinya. Sekarang putrinya pingsan di depan pintu rumahku. Jawabnya. mereka ramai-ramai menggotng tubuh gadis." Oh, kamu telah membuat aku malu. Sekarang jangan sentuh dia sebelum aku menyembuhkannya, Kata sang ibu widaah. Setelah tiga hari lamanya, gadis itu sembuh abu widaah masuk kekamarnya bersipu-sipu malu.

Leave a Reply

hai